Solid Gold Berjangka - Indeks Hang Seng anjlok sekitar 3,2% atau 750 poin ke kisaran 22.900 pada perdagangan Kamis (22/10), menempatkan bursa Hong Kong di jalur penurunan harian terdalam dalam tujuh bulan. Tekanan jual meluas dengan saham teknologi menjadi pemberat utama pasar.
Saham Tencent turun 3,4%, sementara Alibaba merosot sekitar 6%. Pelemahan kedua saham kelas berat tersebut mencerminkan tekanan yang masih kuat terhadap sektor internet dan teknologi, di tengah kekhawatiran investor terhadap valuasi serta sentimen risk-off di pasar global.
Sentimen semakin memburuk akibat pelemahan bursa China daratan dan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Harga minyak Brent yang menembus US$110 per barel kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global dan potensi kebijakan moneter yang tetap ketat.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan justru mengurangi harapan bahwa pemerintah akan segera meluncurkan stimulus tambahan. Kondisi ini terjadi ketika konsumsi domestik masih menunjukkan kelemahan, sehingga investor tetap berhati-hati terhadap prospek pemulihan ekonomi China.
Pasar selanjutnya menantikan data inflasi September dan tingkat pengangguran Hong Kong untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi domestik. Selama tekanan pada saham teknologi, tingginya harga minyak, dan risiko geopolitik masih bertahan, Hang Seng berpotensi tetap bergerak volatil dalam jangka pendek. (srh)