Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kali turun pada pekan terakhir, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih relatif kuat. Initial Jobless Claims tercatat sebanyak 194 ribu untuk pekan yang berakhir 24 Oktober, lebih rendah dibandingkan perkiraan pasar sebesar 199 ribu.
Data pekan sebelumnya direvisi naik menjadi 195 ribu dari laporan awal 194 ribu. Dengan demikian, klaim baru turun sebanyak 1.000 dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata bergerak empat pekan juga menurun menjadi 196.750 dari angka revisi 198.000, mengindikasikan tingkat pemutusan hubungan kerja masih relatif terbatas.
Sementara itu, Continuing Jobless Claims yang mencerminkan jumlah masyarakat yang masih menerima tunjangan pengangguran turun menjadi 1,701 juta pada pekan yang berakhir 17 Oktober. Angka pekan sebelumnya juga direvisi turun menjadi 1,722 juta dari laporan awal 1,728 juta.
Data tersebut memperkuat gambaran bahwa pasar tenaga kerja AS masih memiliki daya tahan meski suku bunga berada pada level tinggi. Kondisi ketenagakerjaan yang tetap solid dapat memberikan Federal Reserve ruang lebih besar untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat apabila tekanan inflasi tidak menunjukkan penurunan yang cukup cepat. The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4,00%.
Bagi pasar, kombinasi klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan, pertumbuhan ekonomi yang kuat, serta inflasi yang masih tinggi dapat menjaga ekspektasi pengetatan lanjutan The Fed tetap hidup. Namun, arah kebijakan Desember tetap akan bergantung pada rangkaian data ekonomi berikutnya, khususnya perkembangan inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja AS.(CP)