Bursa saham Eropa bergerak menguat pada perdagangan Senin (26/10), memangkas sebagian kerugian pekan sebelumnya setelah harga minyak mentah terkoreksi sekitar 1%. Penurunan harga energi terjadi di tengah upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan Timur Tengah, sementara investor tetap berhati-hati menjelang laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS dan rangkaian keputusan bank sentral pekan ini.
Indeks STOXX 600 bergerak relatif stabil setelah turun lebih dari 1% sepanjang pekan lalu. DAX Jerman naik 0,4%, CAC 40 Prancis menguat 0,6%, dan FTSE MIB Italia bertambah 0,5%. Sementara itu, FTSE 100 Inggris melemah 0,1% akibat tekanan pada saham BP dan Shell menjelang laporan kinerja keduanya.
Koreksi harga minyak memberikan sedikit ruang bagi bursa Eropa yang sangat sensitif terhadap biaya energi. Brent sebelumnya melonjak 6,2% sepanjang pekan lalu hingga mencatat penutupan mingguan tertinggi sejak pertengahan 2022, setelah serangan drone dan rudal Houthi terhadap infrastruktur energi serta transportasi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasokan.
Meski minyak melemah, tekanan inflasi akibat harga energi yang masih tinggi tetap menjadi perhatian. Pasar memperkirakan Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00% pekan ini, tetapi peluang kenaikan 25 basis poin pada Desember masih berada di sekitar 80%. European Central Bank dan Bank of Japan juga diperkirakan menahan suku bunga terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan pengetatan lanjutan.
Investor juga menantikan laporan keuangan Alphabet, Microsoft, dan Amazon untuk menilai keberlanjutan investasi kecerdasan buatan setelah kekhawatiran terhadap tingginya belanja modal memicu aksi jual saham teknologi pekan lalu. Di Prancis, sentimen sedikit membaik setelah Moody’s tidak menurunkan peringkat utang negara tersebut, meski gejolak politik dan yield obligasi pemerintah yang sempat menembus 5% masih menjadi risiko bagi pasar.