Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberikan peringatan keras kepada Iran terkait pengembangan program nuklirnya. Dalam pernyataan pada Kamis (5/11/2026), Trump menegaskan bahwa Iran tidak dapat mengambil langkah terkait aktivitas nuklir tanpa persetujuan Washington. Trump juga menegaskan komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan baru mengenai pembatasan program nuklir Iran, sekaligus meningkatkan ketidakpastian terhadap arah hubungan kedua negara.
Trump menyatakan bahwa pemerintahannya tengah mempertimbangkan langkah berikutnya untuk memastikan Iran tidak kembali mengembangkan kemampuan senjata nuklir. Meski mengaku lebih memilih menghindari kerusakan lebih lanjut di Iran, Trump tidak menutup kemungkinan dilakukannya operasi militer tambahan apabila dianggap diperlukan. Ia juga mengisyaratkan bahwa keputusan mengenai tindakan Washington akan diumumkan dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pilihan diplomasi dan tekanan militer masih menjadi bagian dari pendekatan pemerintah AS terhadap Iran.
Di sisi lain, perkembangan diplomatik menunjukkan bahwa peluang negosiasi belum sepenuhnya tertutup. Iran dilaporkan telah menyampaikan proposal mengenai program nuklirnya kepada Amerika Serikat melalui perantara Qatar. Namun, pembahasan lebih lanjut masih bergantung pada sejumlah persyaratan yang diajukan Teheran. Situasi ini memperlihatkan bahwa kedua negara masih menghadapi perbedaan kepentingan yang cukup besar, khususnya mengenai pembatasan aktivitas nuklir dan jaminan keamanan. Belum terdapat kepastian apakah proposal tersebut akan menghasilkan kesepakatan atau justru diikuti peningkatan tekanan militer.
Sementara itu, Trump juga mengungkapkan adanya pembahasan mengenai kesepakatan besar dengan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan setelah pertemuan tidak terjadwal dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin, Kirill Dmitriev, di Gedung Putih. Trump menyatakan bahwa kesepakatan yang sedang dibahas berpotensi mencakup kepentingan yang lebih luas daripada Ukraina, termasuk kawasan Eropa. Namun, rincian perjanjian dan kepastian tercapainya kesepakatan belum diumumkan. Perkembangan ini menjadi perhatian pasar karena penyelesaian konflik Rusia.