Solid Gold Berjangka – USD/JPY kembali melemah pada perdagangan Asia Jumat (30/10) dan memperpanjang penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pasangan mata uang tersebut bergerak di bawah area 157,50 setelah Bank of Japan (BOJ) memutuskan mempertahankan suku bunga, tetapi tetap memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi masih cukup kuat.
BOJ mempertahankan suku bunga acuannya di level 1,25% melalui voting 8-1. Anggota dewan Hajime Takata berbeda pendapat dan memilih kenaikan suku bunga. Dalam pernyataannya, BOJ menilai inflasi inti berpotensi tetap berada di sekitar level yang konsisten dengan target harga, sementara risiko inflasi masih cenderung mengarah ke atas.
Sentimen terhadap yen juga mendapat dukungan dari data inflasi Tokyo yang tetap tinggi. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa BOJ berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada Desember, sehingga memberikan dorongan bagi yen dan menekan pergerakan USD/JPY.
Di sisi lain, dolar AS masih menghadapi tekanan di tengah meningkatnya harapan terhadap penyelesaian diplomatik konflik AS–Iran. Penurunan yield obligasi pemerintah AS turut mempersempit selisih imbal hasil antara Amerika Serikat dan Jepang, sehingga meningkatkan daya tarik yen dibandingkan dolar.
Dalam jangka pendek, tekanan terhadap USD/JPY masih berpotensi berlanjut selama ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dan pelemahan yield AS tetap bertahan. Namun, pasar masih menunggu komentar Gubernur BOJ Kazuo Ueda dalam konferensi pers untuk mencari petunjuk lebih jelas mengenai waktu dan arah kebijakan suku bunga selanjutnya. (srh)