Solid Gold Berjangka - Harga minyak menguat pada perdagangan Asia, Jumat (6/11), seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah. Brent diperdagangkan di sekitar US$98,84 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$91,62 per barel.
Kenaikan harga dipicu oleh serangkaian insiden terhadap kapal tanker di kawasan Timur Tengah. Sedikitnya lima kapal dilaporkan mengalami insiden sejak Minggu, sementara serangan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkatkan risiko terhadap jalur utama distribusi energi global.
Korps Garda Revolusi Iran menyebut dua kapal tanker minyak dan satu kapal tunda terbakar setelah melintasi rute yang tidak diizinkan. Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya di sekitar Yanbu, salah satu pusat ekspor minyak penting di Laut Merah.
Meski menguat, harga minyak masih menuju penurunan mingguan tajam. Brent diperkirakan turun lebih dari 15% dalam sepekan, sementara WTI melemah sekitar 12%, setelah hasil pemilu paruh waktu AS sebelumnya meningkatkan harapan terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Di luar Timur Tengah, kekhawatiran pasokan juga datang dari Rusia setelah Ukraina kembali menyerang fasilitas kilang minyak. Dengan risiko geopolitik yang masih tinggi dan jalur diplomasi yang belum memberikan kepastian, volatilitas harga minyak diperkirakan tetap besar dalam waktu dekat. (srh)