Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,4% atau sekitar 101 poin ke level 23.500 pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Penguatan ini didorong kenaikan saham teknologi, perdagangan ritel, dan sektor konsumsi yang berhasil mengimbangi pelemahan saham energi, elektronik, serta kesehatan. Sentimen pasar membaik setelah pemerintah China memberikan sinyal dukungan tambahan untuk menjaga stabilitas pasar saham di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dukungan utama datang dari langkah terbaru otoritas China yang berencana menyediakan potensi likuiditas lebih dari 100 miliar yuan untuk pembelian saham. Pemerintah juga berupaya menurunkan suku bunga pinjaman yang digunakan perusahaan untuk melakukan pembelian kembali saham atau share buyback. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan permintaan saham, memperkuat kepercayaan investor, serta mengurangi tekanan jual di pasar keuangan China dan Hong Kong.
Sentimen positif lainnya berasal dari penurunan tajam harga minyak dunia menyusul meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan biaya operasional perusahaan. Namun, kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan (AI) serta ketidakpastian keuntungan dari pengembangan teknologi tersebut masih membatasi penguatan pasar, terutama setelah aksi jual saham teknologi di Wall Street.
Sejumlah saham unggulan Hong Kong mencatat kenaikan, di antaranya Tencent sebesar 1,3%, NetEase 2,0%, Meituan 2,1%, Alibaba 1,5%, dan CATL yang melonjak 6,1%. Kinerja positif perusahaan-perusahaan tersebut membantu menopang indeks di tengah pergerakan sektor lainnya yang masih beragam. Investor kini menantikan data awal pertumbuhan ekonomi Hong Kong kuartal ketiga serta penjualan ritel September untuk menilai kekuatan aktivitas konsumsi dan prospek pemulihan ekonomi.
Penguatan Hang Seng menunjukkan bahwa dukungan kebijakan China mulai memberikan dorongan terhadap kepercayaan investor. Namun, kenaikan indeks masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi global dan tekanan terhadap saham teknologi akibat kekhawatiran investasi AI. Jika langkah stimulus China mampu memperkuat likuiditas dan mendorong aktivitas ekonomi, Hang Seng berpeluang melanjutkan pemulihan. Sebaliknya, apabila data ekonomi Hong Kong mengecewakan atau tekanan pasar teknologi global kembali meningkat, penguatan indeks berisiko tertahan.