Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve. Emas spot turun sekitar 0,6% ke US$4.037,98 per troy ounce, sementara kontrak berjangka AS melemah 0,6% ke US$4.051,32. Penguatan tipis indeks dolar AS ke sekitar 102,42 turut memberikan tekanan terhadap logam mulia.
Meski terkoreksi, emas masih mempertahankan sebagian kenaikan dari sesi sebelumnya. Aksi beli saat harga turun membantu menahan pelemahan setelah harga sempat menembus ke bawah level psikologis US$4.000 dalam beberapa hari terakhir. Permintaan fisik dari Tiongkok juga memberikan dukungan, seiring meningkatnya minat rumah tangga terhadap emas saat harga melemah.
Sentimen pasar turut dipengaruhi penurunan harga minyak yang membantu meredakan sebagian kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Di sisi lain, penguatan pasar saham global dan kembali meningkatnya minat terhadap sektor kecerdasan buatan mengurangi sebagian permintaan terhadap emas sebagai aset defensif.
Fokus utama investor kini tertuju pada Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini. Namun, pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun akibat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh akan menjadi perhatian untuk melihat arah kebijakan setelah pertemuan Oktober.
Selain FOMC, investor juga menantikan rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures AS pada Kamis. Data inflasi favorit The Fed tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi prospek kebijakan Desember. Jika tekanan inflasi tetap tinggi, dolar dan yield berpotensi menguat sehingga menekan emas, sementara data yang lebih lemah dapat membuka ruang pemulihan harga.