Pound sterling melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Asia, Selasa (3/11/2026), dengan pasangan GBP/USD turun mendekati level 1,3405. Pelemahan ini menghentikan tren penguatan pound selama empat hari berturut-turut. Investor mulai bersikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting, termasuk pemilu sela AS, keputusan suku bunga Bank of England (BoE), serta rilis data tenaga kerja AS yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar mata uang.
Pemilu sela AS menjadi perhatian utama karena hasilnya dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan fiskal Washington. Pasar mencermati kemungkinan perubahan kendali di Kongres, termasuk dampaknya terhadap kebijakan pajak, belanja pemerintah, dan regulasi kecerdasan buatan (AI). Jika Partai Demokrat menguasai kedua kamar Kongres, pengawasan terhadap industri AI berpotensi diperketat. Sementara itu, kemenangan Partai Republik dapat membuka peluang reformasi pajak dan peningkatan belanja pertahanan yang berisiko memperbesar defisit anggaran AS.
Dari Inggris, perhatian investor tertuju pada pertemuan Bank of England yang dijadwalkan berlangsung Kamis. Para ekonom memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,00% dari sebelumnya 3,75%. Jika terealisasi, kebijakan tersebut akan menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak Agustus 2023. Langkah ini diperkirakan bertujuan menekan inflasi Inggris yang masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%.
Selain keputusan suku bunga, pasar akan mencermati pernyataan Gubernur BoE Andrew Bailey mengenai prospek kebijakan moneter berikutnya. Jika Bailey memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih diperlukan untuk mengendalikan inflasi, pound berpeluang mendapatkan dukungan. Namun, apabila BoE menunjukkan sikap lebih berhati-hati terhadap pertumbuhan ekonomi, penguatan mata uang Inggris berpotensi tertahan. Rangkaian data tenaga kerja AS juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan kekuatan dolar.
Newsmaker mencatat, pelemahan pound mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang keputusan ekonomi dan politik penting di AS maupun Inggris. Kenaikan suku bunga BoE yang disertai pernyataan tegas berpotensi mendukung pemulihan GBP/USD. Sebaliknya, jika data ekonomi AS menunjukkan kondisi yang tetap kuat dan memperbesar peluang pengetatan kebijakan Federal Reserve, dolar berpotensi kembali menguat sehingga memberikan tekanan lanjutan terhadap pound sterling.