Indeks Nikkei 225 Jepang bergerak menguat pada perdagangan Kamis (22/10/2026), seiring membaiknya sentimen investor terhadap pasar saham global. Indeks acuan bursa Tokyo tercatat naik sekitar 0,3% ke level 64.828,16 poin, melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya mendapat tekanan akibat kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian geopolitik. Penguatan Wall Street turut memberikan dorongan positif bagi investor Jepang, khususnya terhadap saham-saham teknologi.
Optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi salah satu faktor pendorong pasar setelah laporan kinerja perusahaan teknologi Amerika Serikat membantu meredakan kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi AI. Saham BayCurrent dan Nomura Research Institute tercatat menguat masing-masing sekitar 5,0% dan 4,4%, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan layanan teknologi dan bisnis digital.
Meski demikian, penguatan indeks masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kekhawatiran mengenai potensi tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran membuat pelaku pasar tetap berhati-hati. Ketidakpastian tersebut berpotensi memicu kembali kenaikan harga minyak dunia, meningkatkan tekanan inflasi, serta mengganggu prospek pertumbuhan ekonomi negara-negara pengimpor energi seperti Jepang.
Investor kini menantikan perkembangan konflik Timur Tengah, arah pergerakan Wall Street, serta data inflasi Jepang yang dijadwalkan dirilis Jumat (23/10/2026). Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Bank of Japan sekaligus menentukan keberlanjutan pemulihan indeks Nikkei. Apabila sentimen terhadap sektor teknologi tetap positif dan tekanan geopolitik mereda, pasar saham Jepang berpeluang mempertahankan penguatannya dalam jangka pendek.(CP)