Solid Gold Berjangka - Pound sterling melemah ke sekitar US$1,335 terhadap dolar AS pada Senin (26/10), pekan terakhir Oktober menjauh dari level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Investor mulai mengambil sikap hati-hati menjelang pengumuman anggaran Inggris pada Rabu yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah.
Pemerintah Inggris berencana memberikan ruang lebih besar bagi dunia usaha, termasuk melalui kemungkinan pengurangan pungutan listrik. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional perusahaan di tengah tingginya harga energi dan tekanan inflasi yang masih membayangi perekonomian.
Pemerintah juga merencanakan tambahan pendanaan sebesar £20,4 miliar untuk National Wealth Fund dan British Business Bank. National Wealth Fund akan memperoleh £15,4 miliar selama lima tahun, termasuk £2 miliar untuk pengembangan energi terbarukan, sementara British Business Bank dijadwalkan menerima tambahan £5 miliar.
Tambahan pendanaan tersebut akan dibiayai melalui peningkatan pinjaman pemerintah. Namun, rencana pinjaman baru diperkirakan mulai dijalankan pada tahun fiskal 2028–2029, sehingga tekanan langsung terhadap pasar obligasi Inggris dinilai masih terbatas.
Investor selanjutnya akan mencermati indikator moneter Bank of England serta keputusan kebijakan Federal Reserve dan European Central Bank pekan ini. Kombinasi kebijakan fiskal Inggris dan arah suku bunga global akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah pound mampu kembali menuju level tertinggi bulanan atau melanjutkan koreksi. (srh)