Solid Gold Berjangka - Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,6% ke sekitar 61.900 pada perdagangan Jumat (23/10), menyentuh level terendah dalam hampir tiga bulan. Pelemahan mengikuti aksi jual saham teknologi di Wall Street yang kembali memicu kekhawatiran terhadap prospek investasi kecerdasan buatan.
Tekanan terbesar datang dari saham semikonduktor, produsen chip memori, dan perusahaan lain yang berkaitan dengan AI. Investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk obligasi pemerintah dan yen Jepang.
Sentimen pasar juga memburuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Laporan mengenai potensi serangan baru AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November menambah kekhawatiran terhadap risiko geopolitik dan memperkuat permintaan terhadap aset safe haven.
Saham teknologi menjadi penekan utama Nikkei, dengan Kioxia turun 7,6%, SoftBank Group merosot 7,5%, Fujikura melemah 6,8%, Tokyo Electron turun 6%, dan Advantest kehilangan 4,2%. Saham keuangan dan industri juga ikut melemah, sementara sektor konsumsi relatif lebih tahan terhadap tekanan jual.
Secara mingguan, Nikkei telah turun lebih dari 5%, menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat di pasar Jepang. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen terhadap sektor AI, pergerakan Wall Street, serta perkembangan geopolitik global yang dapat kembali memicu volatilitas pasar. (srh)