Solid Gold Berjangka - Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah ke sekitar 101,75 pada perdagangan Asia, Rabu (14/10). Tekanan muncul setelah Presiden Federal Reserve New York John Williams memberikan sinyal bahwa satu kenaikan suku bunga tambahan tahun ini masih mungkin diperlukan, tetapi tidak melihat kebutuhan untuk melanjutkan pengetatan pada 2027.
Williams mengatakan pandangannya belum berubah bahwa satu kenaikan suku bunga tambahan masih dapat dilakukan sebelum akhir tahun. Namun, ia menilai belum ada alasan saat ini untuk memperkirakan kenaikan lanjutan pada 2027. Pernyataan tersebut dipandang lebih lunak dibandingkan retorika hawkish sebelumnya dan membuat ekspektasi pengetatan agresif The Fed mulai mereda.
Pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 77,3% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober. Meski demikian, peluang kenaikan pada Desember masih tetap terbuka. Perubahan ekspektasi tersebut membuat selisih suku bunga antara AS dan negara lain mulai menyempit, sehingga mengurangi sebagian daya tarik dolar.
Fokus investor kini tertuju pada laporan Consumer Price Index (CPI) AS September. Inflasi utama diperkirakan naik menjadi 3,6% secara tahunan dari 3,4% pada Agustus, sementara CPI inti diproyeksikan meningkat menjadi 2,5% dari 2,4%. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan dapat kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan mendorong dolar menguat.
Nada komunikasi The Fed yang mulai sedikit melunak membuat arah dolar semakin bergantung pada data inflasi. Jika CPI menunjukkan tekanan harga tetap tinggi, DXY berpeluang mendapatkan kembali momentum. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat memperkuat pandangan bahwa siklus pengetatan mendekati akhir dan membuka ruang bagi pelemahan dolar lebih lanjut. (srh)