Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga Main Refinancing Rate di level 2,65% pada Kamis (29/10/2026), sesuai dengan ekspektasi pasar dan tidak berubah dari periode sebelumnya. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa otoritas moneter kawasan euro memilih mempertahankan kebijakan yang berlaku di tengah upaya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Hasil yang sesuai perkiraan membuat perhatian investor beralih pada prospek kebijakan moneter ECB dalam beberapa bulan mendatang.
Langkah mempertahankan suku bunga mencerminkan pendekatan hati-hati ECB dalam menyeimbangkan risiko inflasi dengan kebutuhan menjaga aktivitas ekonomi. Suku bunga yang tetap tinggi dapat membantu membatasi tekanan harga melalui pengendalian biaya pinjaman dan permintaan domestik. Namun, kebijakan moneter yang terlalu ketat dalam waktu berkepanjangan juga berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, serta pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota zona euro.
Di sisi lain, keputusan ECB menjadi perhatian pasar valuta asing karena perbedaan arah kebijakan moneter antara Eropa dan Amerika Serikat dapat memengaruhi pergerakan pasangan EUR/USD. Federal Reserve sebelumnya juga mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,75%–4,00%, sehingga selisih tingkat suku bunga kedua kawasan masih menjadi salah satu pertimbangan investor. Dalam kondisi ini, pernyataan pejabat ECB mengenai prospek inflasi dan langkah kebijakan berikutnya berpotensi memberikan pengaruh lebih besar terhadap euro dibandingkan keputusan suku bunga yang sudah diantisipasi pasar.
Ke depan, arah pergerakan euro akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan inflasi, aktivitas ekonomi, dan ekspektasi kebijakan ECB. Apabila tekanan inflasi kawasan euro tetap tinggi, peluang suku bunga dipertahankan lebih lama dapat memberikan dukungan terhadap mata uang tunggal Eropa. Sebaliknya, jika pertumbuhan ekonomi melemah dan membuka ruang pelonggaran moneter, euro berpotensi menghadapi tekanan. Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan ekonomi kawasan euro dan Amerika Serikat untuk menentukan arah pergerakan EUR/USD selanjutnya.(CP)