Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan pada Kamis (29/10) bahwa dirinya memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan lebih cepat, sekitar delapan bulan sebelum periode kepemimpinannya berakhir. Lagarde yang telah memimpin ECB sejak November 2019 seharusnya menjalankan mandat hingga Oktober 2027.
Lagarde menjelaskan keputusan tersebut didorong keinginannya untuk dapat berbicara dan terlibat lebih bebas dalam berbagai isu global di luar kebijakan moneter. Selama menjabat di ECB, dirinya terikat aturan netralitas yang membatasi komentar pejabat bank sentral pada persoalan yang berkaitan dengan mandat kebijakan moneter.
Menurut Lagarde, aturan tersebut merupakan bagian dari konsekuensi menjaga independensi ECB. Namun, ia mengatakan semakin sulit untuk tetap diam mengenai berbagai persoalan global yang menurutnya penting untuk disampaikan kepada publik.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang ekonomi dan keuangan internasional, termasuk pernah memimpin Dana Moneter Internasional (IMF), Lagarde mengatakan masih memiliki kontribusi yang ingin diberikan di luar dunia bank sentral.
Meski mengumumkan pengunduran diri lebih awal, Lagarde berusaha meyakinkan pasar bahwa keputusan tersebut tidak akan mengganggu operasional ECB. Ia mengatakan proses pencarian penggantinya telah dimulai dan terdapat sejumlah kandidat yang dinilai mampu melanjutkan kepemimpinan bank sentral.
Lagarde juga menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan tidak akan membuat pengambilan keputusan ECB berada dalam ketidakpastian. Menurutnya, institusi tersebut memiliki fondasi yang kuat dan akan tetap menjalankan tugasnya secara normal.