Solid Gold Berjangka - Harga emas memangkas pelemahan pada perdagangan Jumat (6/11) dan bertahan di sekitar US$4.070 per troy ounce. Penurunan harga minyak setelah munculnya harapan penyelesaian konflik Timur Tengah membantu meredakan tekanan terhadap logam mulia.
Brent kembali turun di bawah US$100 per barel setelah Emir Qatar menyatakan telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump terkait upaya deeskalasi ketegangan di kawasan. Penurunan minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan tekanan terhadap prospek suku bunga.
Harga minyak dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah satu penggerak utama emas karena memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter. Emas telah kehilangan hampir seperempat nilainya sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari, ketika lonjakan biaya energi mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan.
Sebelumnya, emas sempat tertekan oleh aksi jual tajam saham teknologi global. Namun, tekanan tersebut mulai mereda setelah perdagangan Asia, sementara investor tetap mencermati langkah Presiden Trump terkait Iran serta perkembangan pasar saham AS.
Pasar kini menantikan laporan Nonfarm Payrolls AS dan data inflasi konsumen pekan depan untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah ekonomi dan suku bunga. Spot gold tercatat turun sekitar 0,5% ke US$4.067,52 per troy ounce, sementara dolar AS menguat sekitar 0,2%. (srh)