Solid Gold Berjangka - Harga emas (XAU/USD) melemah ke sekitar US$4.055 per troy ounce pada awal sesi Eropa, Jumat (6/11). Tekanan muncul seiring dolar AS melanjutkan pemulihan dari level terendah sejak akhir September, sementara sikap Federal Reserve yang tetap hawkish turut menjauhkan emas dari level tertinggi dua pekan yang dicapai sehari sebelumnya.
Perhatian pasar kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS. Ekonomi diperkirakan menambah 65.000 pekerjaan pada Oktober, naik dari 29.000 pada bulan sebelumnya, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,2%.
Investor juga akan mencermati data Average Hourly Earnings karena pertumbuhan upah dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed. Data tenaga kerja yang kuat berpotensi memperkuat dolar AS dan menambah tekanan terhadap emas.
Di sisi lain, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS memicu kekhawatiran terhadap perlambatan pengembangan kecerdasan buatan dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven. Namun, rebound harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sementara pasar masih memperkirakan peluang sekitar 70% kenaikan suku bunga The Fed pada Desember.
Risiko geopolitik juga tetap menjadi perhatian setelah Presiden Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran. Ketegangan terkait program nuklir Iran dan Selat Hormuz masih berpotensi memicu volatilitas pasar. Meski tertekan, emas tetap bertahan di atas level psikologis US$4.000 dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan. (srh)