Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, mengakui bahwa inflasi Amerika Serikat masih membutuhkan perhatian serius setelah data harga konsumen September menunjukkan tekanan yang kembali meningkat. Dalam pernyataannya pada Senin (19/10/2026), Hassett menilai inflasi yang sebelumnya terlihat mulai terkendali selama tiga bulan terakhir kini kembali menghadapi tantangan. Kondisi tersebut meningkatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan laporan terbaru, Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat meningkat 0,6% secara bulanan pada September, mencatat kenaikan tercepat dalam lima bulan terakhir. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memperhitungkan harga makanan dan energi naik 0,3%, melampaui ekspektasi pasar. Hassett menilai perkembangan tersebut masih perlu dicermati untuk memastikan apakah kenaikan inflasi hanya bersifat sementara atau menandakan terhentinya tren penurunan harga. Meski demikian, sejumlah komoditas seperti daging sapi dan telur dilaporkan mengalami penurunan harga.
Hassett juga menyoroti kuatnya aktivitas konsumsi masyarakat Amerika Serikat yang berpotensi mempertahankan tekanan inflasi. Menurutnya, optimisme terhadap kondisi perekonomian telah mendorong masyarakat meningkatkan pengeluaran, sehingga permintaan barang dan jasa tetap tinggi. Situasi tersebut menjadi tantangan bagi Federal Reserve karena konsumsi yang kuat dapat menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus memperlambat proses penurunan inflasi menuju target bank sentral sebesar 2%.
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh belum memberikan sinyal tegas mengenai keputusan suku bunga dalam pertemuan mendatang. Warsh sebelumnya menegaskan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas harga tanpa mengungkapkan arah kebijakan moneter secara spesifik. Hassett turut menyatakan penghormatannya terhadap independensi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan yang dinilai paling tepat. Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan inflasi, konsumsi masyarakat, dan pernyataan pejabat The Fed untuk memperkirakan apakah suku bunga akan dipertahankan atau kembali dinaikkan.
Dampak ke Dolar AS (USD)
Pernyataan Hassett cenderung memberikan sentimen positif terhadap dolar AS, terutama karena inflasi yang masih tinggi dapat memperkuat alasan Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Ada dua kemungkinan yang perlu diperhatikan.
- Skenario USD menguat: Apabila inflasi tetap tinggi dan konsumsi AS terus kuat, pasar berpotensi meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan yield obligasi AS dan memperkuat permintaan dolar.
- Skenario USD melemah: Apabila kenaikan inflasi September terbukti hanya sementara dan data berikutnya kembali menunjukkan perlambatan, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat berkurang sehingga dolar berisiko terkoreksi.
Pernyataan Hassett menjadi pengingat bahwa perjuangan Amerika Serikat menekan inflasi belum selesai. Meskipun pasar masih memperhitungkan kemungkinan The Fed menahan suku bunga pada Oktober, tekanan inflasi yang berkelanjutan dapat membuka peluang pengetatan moneter berikutnya. Kondisi tersebut berpotensi menjaga dolar AS tetap kuat dalam jangka pendek, sekaligus memberikan tekanan terhadap harga emas dunia.(CP)