Solid Gold Berjangka – Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Rabu (4/11), ketika investor mencermati dampak hasil pemilu sela Amerika Serikat terhadap arah kebijakan Washington di Timur Tengah. Brent diperdagangkan di sekitar US$103,96 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran US$97,22 per barel, di tengah ketidakpastian mengenai kelanjutan konflik dengan Iran.
Perubahan kendali Kongres AS berpotensi memperumit agenda pemerintahan Presiden Donald Trump, meski perhatian pasar tetap tertuju pada apakah Washington akan kembali mengambil tindakan militer terhadap Iran atau memilih melanjutkan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Ketidakpastian tersebut mempertahankan premi risiko pada pasar minyak.
Sentimen geopolitik tetap tinggi setelah Amerika Serikat sebelumnya dilaporkan melakukan serangan yang disebut bersifat defensif terhadap fasilitas pertahanan Iran di Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz. Trump kemudian mengatakan Washington tidak memiliki rencana segera untuk melanjutkan serangan, sementara AS dan Iran masih meninjau proposal baru dari mediator untuk mempersempit perbedaan kedua pihak.
Meski demikian, Iran menilai respons AS terhadap persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz belum memuaskan. Qatar terus meningkatkan upaya mediasi, tetapi kedua negara dinilai masih jauh dari kesepakatan. Serangan baru terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz juga kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pengiriman energi global.
Dari sisi pasokan, data American Petroleum Institute memberikan dukungan tambahan bagi harga setelah persediaan minyak mentah AS turun 5,267 juta barel pada pekan yang berakhir 30 Oktober, berlawanan dengan perkiraan kenaikan 2,1 juta barel. Selama risiko gangguan di Selat Hormuz dan ketidakpastian hubungan AS–Iran tetap tinggi, volatilitas Brent dan WTI diperkirakan masih berlanjut. (srh)