Solid Gold Berjangka – Indeks dolar AS (DXY) berada di bawah tekanan kuat pada perdagangan Asia Rabu (4/11) dan sempat turun ke sekitar 101,25, mendekati level terendah sejak akhir September. Pelemahan dolar terjadi seiring hasil pemilu sela AS meningkatkan ketidakpastian politik dan mendorong investor memburu obligasi pemerintah, sehingga yield Treasury ikut turun.
Perkembangan pemilu menunjukkan penguatan posisi Partai Demokrat di Kongres, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kebuntuan politik di Washington dan terbatasnya ruang pemerintah untuk menambah stimulus fiskal. Pasar juga mencermati kemungkinan meningkatnya pengawasan terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan apabila kendali politik di Kongres berubah.
Meski demikian, tekanan terhadap dolar masih dibatasi ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang tetap hawkish. Pasar memperkirakan peluang lebih dari 75% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember, didukung data JOLTS yang menunjukkan jumlah lowongan kerja meningkat menjadi sekitar 7,5 juta pada September.
Data tenaga kerja yang tetap kuat, ditambah pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan tekanan inflasi yang masih tinggi, menjaga peluang pengetatan moneter tetap terbuka. Kondisi tersebut berpotensi memberikan penopang bagi dolar apabila investor kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan ADP Employment dan ISM Services PMI AS, sebelum fokus bergeser ke Nonfarm Payrolls pada Jumat. Data tenaga kerja yang kuat dapat membantu dolar memulihkan sebagian penurunannya, sementara hasil yang lebih lemah berpotensi memperpanjang tekanan terhadap DXY. (srh)