Solid Gold Berjangka - Harga emas (XAU/USD) bergerak menguat pada perdagangan Asia, Rabu (14/10), dan berada di sekitar US$4.160 per troy ounce. Pergerakan emas masih terbatas karena pelaku pasar memilih menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat sebelum mengambil posisi baru yang lebih agresif.
Fokus utama pasar tertuju pada laporan Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis hari ini, disusul Producer Price Index (PPI) pada Kamis. Investor juga menantikan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada Jumat untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS.
Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed masih menjadi tantangan bagi emas. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang hampir 90% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember. Ekspektasi tersebut menguat setelah sejumlah pejabat FOMC menyampaikan komentar bernada hawkish dan membuka peluang pengetatan tambahan sebelum akhir tahun.
Tekanan inflasi dari sektor energi juga menjadi perhatian. Harga minyak mentah naik mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan di tengah kekhawatiran terhadap pasokan akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga energi berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Risiko geopolitik turut memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven. Pertempuran antara kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan Arab Saudi meningkat dalam sepekan terakhir, sementara fasilitas energi dan cadangan bahan bakar di Yaman dilaporkan menjadi sasaran serangan. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz juga tetap tinggi, menjaga premi risiko geopolitik di pasar.
Di sisi lain, indeks dolar AS melemah untuk hari kedua berturut-turut setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak April 2025, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk bertahan. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan risiko inflasi yang masih tinggi membuat potensi penguatan emas belum sepenuhnya terbuka. Pelaku pasar diperkirakan menunggu hasil CPI sebagai pemicu utama untuk menentukan apakah XAU/USD mampu keluar dari kisaran konsolidasi dua pekan terakhir. (srh)