Solid Gold Berjangka - Harga emas (XAU/USD) kembali menguat pada perdagangan Kamis (15/10) dan bertahan di atas US$4.150 per troy ounce. Penguatan didukung pelemahan dolar AS dari level tertinggi 18 bulan serta penurunan yield obligasi pemerintah AS yang meningkatkan daya tarik emas.
Reaksi pasar terhadap data inflasi AS yang lebih tinggi mulai mereda. CPI September menunjukkan inflasi tahunan naik menjadi 3,7% dari 3,4%, sementara inflasi inti meningkat menjadi 2,6% dari 2,4% pada Agustus, menunjukkan tekanan harga masih cukup luas.
Meski inflasi tetap tinggi, pasar menilai Federal Reserve kemungkinan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menyebut kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan, tetapi belum memberikan sinyal bahwa langkah tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Penurunan yield Treasury kemudian menekan dolar dan membantu emas memulihkan sebagian kerugian sebelumnya. Namun, kenaikan biaya energi masih menjadi risiko karena dapat menjaga inflasi tetap tinggi dan kembali memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed.
Investor kini menunggu data Producer Price Index (PPI) AS yang akan memberikan petunjuk tambahan mengenai tekanan inflasi dari sisi produsen. Pelemahan dolar dan ketidakpastian geopolitik dapat menopang emas, tetapi volatilitas diperkirakan tetap tinggi menjelang rilis data tersebut. (srh)